
Jakarta, persuasionesvelata Indonesia
—
Uni Emirat Arab (
UEA
) dilaporkan menyewa tentara bayaran warga negara
Israel
untuk mengincar aktivis Muslim Inggris terkemuka Anas Altikriti di London.
Investigasi
ITV News
pada Kamis (20/8) melaporkan laki-laki berkewarganegaraan Hungaria dan Israel, Abraham Golan, melakukan perjalanan ke London pada Dsember 2016 yang didanai Abu Dhabi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Golan merupakan mantan tentara legiun asing Prancis. Dia juga mendirikan perusahaan keamanan swasta yang sebelumnya merekrut veteran militer Barat untuk operasi di Yaman, Spear Operations Group.
Sementara itu, Altikriti merupakan aktivis, akademisi, negosiator sandera dan kepala eksekutif Yayasan Cordoba, dikutip dari
Middle East Monitor
.
Dokumen yang ditinjau ITV menunjukkan pemantauan dan pengawasan yang signifikan terhadap Altikriti seperti foto rumah dan kendaraan, detail tempat kerja, dan peta yang kemungkinan menunjukkan rute dari rumah ke kantornya.
Investigasi menemukan Golan mendekati konsultan Inggris dan menawarkan hingga £100.000 atau sekitar Rp1,8 miliar (kurs 2016) untuk membantu operasi termasuk membantu mengatur pertemuan dengan Altikriti dengan dalih palsu.
Namun, konsultan itu mengaku semakin khawatir tentang tujuan operasi setelah bertemu dengan Golan dan mantan anggota pasukan khusus AS.
Dalam salah satu pertemuan, rekannya diduga membuat gerakan menggorok leher saat membahas apa yang bisa terjadi pada Altikriti, ini membuat dia khawatir bahwa pengawasan pada akhirnya bisa berkembang jadi operasi pembunuhan.
ITV menekankan bahwa bukti tak menunjukkan ada perintah untuk membunuh Altikriti dari pemerintah Uni Emirat Arab.
Saat mengetahui operasi itu, aktivis Inggris ini merasa “sangat mual” terutama saat tahu area sekitar rumah difoto saat anaknya masih kecil.
Polisi kemudian mengunjungi Altikriti dan mengingatkan ada informasi yang menunjukkan kemungkinan ancaman terhadap nyawanya. Petugas tak mengungkap sumber atau sifat pasti dari ancaman tersebut kala itu.
Pengungkapan ini terjadi di tengah kampanye panjang UEA terhadap individu dan organisasi terkait Ikhwanul Muslimin. UEA memasukkan Yayasan Cordoba ke dalam daftar organisasi terlarang pada 2014.
Sementara itu, Golan’s Spear Operations Group sebelumnya telah dikaitkan dengan program pembunuhan yang didukung UEA di Yaman. Gugatan yang diajukan di Amerika Serikat tahun ini menuduh perusahaan tersebut dibayar sekitar US$1,5 juta per bulan, ditambah bonus, untuk menargetkan lawan-lawan UEA.
Golan sebelumnya telah mengakui menjalankan program pembunuhan terarah di Yaman dan mengatakan telah mendapat sanksi dari UEA dalam koalisi pimpinan Saudi.
Golan menolak memberikan tanggapan substantif kepada ITV terkait investigasi tersebut, sementara mantan rekannya dari Angkatan Laut AS tak menanggapi permintaan komentar. Kedutaan Besar UEA di Inggris dan Amerika Serikat juga tidak menanggapi temuan ITV.
Kementerian Dalam Negeri Inggris mengatakan tak berkomentar tentang masalah keamanan dan intelijen.
(isa/bac)
Baca lagi: China Kerahkan Robocop untuk Atur Lalu Lintas, Ini Kemampuannya
Baca lagi: Hasil Kejuaraan Dunia BWF: Fajar/Fikri Lolos usai Sikat Wakil Korea
Baca lagi: El Rumi Terganggu Terseret Isu EJR yang Dituding Lakukan Pelecehan




2 Responses
crazyrich88gokil situs slot gacor mantep ga pusat game tempat terbaik
crazyrich88slot server thailand ini emang ga ada lawan boyy ,cobain lagnsung dah