Telepon Netanyahu, Trump Paksa Israel Angkat Kaki dari Suriah-Lebanon

Jakarta, persuasionesvelata Indonesia

Presiden Amerika Serikat

Donald Trump

dilaporkan memaksa Perdana Menteri

Benjamin Netanyahu

untuk menarik pasukan Israel keluar Suriah dan Lebanon.

Laporan

Axios

pada Rabu (14/7), menyebutkan Trump melayangkan desakannya itu melalui sambungan telepon kepada Netanyahu pada Kamis lalu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mengutip sejumlah pejabat AS dan Israel,

Axios

melaporkan Trump mewanti-wanti Netanyahu bahwa kehadiran pasukan Israel di wilayah Suriah malah memperkeruh ketegangan dan bisa memperburuk eskalasi di Timur Tengah.

“Mereka tidak mau kehadiran Anda di sini. Kalian (Israel) harus pindahkan (pasukan),” kata Trump kepada Netanyahu berdasarkan pejabat AS yang mengetahui percakapan kedua pemimpin seperti dikutip

Middle East Monitor.

Tak hanya soal Suriah, dalam percakapan itu Trump juga menyuruh Netanyahu untuk menarik pasukan Israel keluar Lebanon.

Dalam kesempatan itu, Netanyahu sempat memperdebatkan bahwa kehadiran pasukan Israel di Lebanon penting karena negaranya membutuhkan zona penyangga keamanan di sepanjang perbatasannya.

Axios

menyebutkan bahwa telepon Trump ini berlangsung sehari setelah sang presiden AS bertemu dengan Presiden Suriah Ahmad Al Sharaa di sela-sela KTT NATO di Turki.

Sejak pemberontak berhasil melengserkan rezim Presiden Bashar Al Assad pada November 2024, Suriah mulai memulihkan hubungan dengan Amerika.

AS bahkan menghapus Suriah dari daftar negara sponsor terorisme pekan lalu, sebuah langkah signifikan dalam hubungan bilateral kedua negara.

Sementara itu, terkait Lebanon, Trump telah berulang kali mewanti-wanti Israel untuk “menjaga sikap” dengan menghentikan agresi serta serangannya ke Lebanon selatan, wilayah yang dikuasai milisi Hizbullah dan merupakan sekutu Iran.

Trump bahkan blak-blakan agresi Israel ke Lebanon mempersulit upaya perundingan AS-Iran untuk mengakhiri perang. Sebab, gencatan senjata Hizbullah dan Israel di Lebanon merupakan salah satu syarat perundingan AS-Iran bisa terus berjalan.

Percakapan Trump dan Netanyahu via telepon ini menjadi kabar terbaru terkait rumor hubungan keduanya yang terus merenggang imbas perang melawan Iran.

Trump di satu sisi berupaya menggiring Iran agar mau berunding dan menyetujui perjanjian mengakhiri perang. Di sisi lain, Netanyahu seakan ingin AS terus berperang dengan Iran, negara yang menjadi ancaman terbesar keamanan Israel saat ini.

(rds/rds)

Add

as a preferred

source on Google

[Gambas:Video persuasionesvelata]

Baca lagi: Rupiah Bangkit ke Rp18.070 per Dolar AS Pagi Ini

Baca lagi: Pengadilan Agama Putuskan Arkana sebagai Anak Ridwan Kamil

Baca lagi: 6 Wakil Indonesia Gugur di Babak Awal Japan Open, Termasuk Jonatan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kamu mungkin juga menyukai: