
Jakarta, persuasionesvelata Indonesia
—
Serangan rudal-rudal dan drone-drone
Iran
diklaim membuat pusat data intelijen
Amerika Serikat
di sejumlah negara Timur Tengah porak-poranda.
Media AS
NBC News
melaporkan seperti dikutip dari
Anadolu Agency
, Washington diperkirakan mengalami kerugian hingga miliaran dolar AS karena “kerusakan parah” fasilitas intelijen dan peralatan pemantauan. di Timteng.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengutip empat sumber anonim yang mengetahui masalah itu, laporan tersebut menyebutkan bahwa serangan-serangan Iran merusak bangunan serta peralatan pengumpulan intelijen yang digunakan oleh Badan Intelijen AS (CIA) dan badan-badan intelijen AS lainnya.
Perbaikan atau penggantian akibat kerusakan tersebut diperkirakan akan menelan biaya miliaran dolar, menurut laporan itu.
Skala kerusakan tersebut digambarkan lebih parah dibandingkan kerusakan apa pun yang pernah dialami badan-badan intelijen AS sebelumnya, ungkap sumber-sumber tersebut.
Ketegangan di Timur Tengah meningkat sejak AS dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Iran pada bulan Februari.
Sebagai respons, Teheran melancarkan serangan balasan di negara-negara kawasan yang menampung aset-aset AS.
Iran dan AS menandatangani nota kesepahaman pada pertengahan Juni dengan mediasi Pakistan, yang bertujuan untuk mengakhiri perang di antara mereka dan mencapai kesepakatan damai yang langgeng.
Namun, perundingan tersebut kemudian terhenti di tengah perselisihan yang terus berlanjut mengenai ketentuan nota kesepahaman itu serta masalah pelayaran di Selat Hormuz, sebuah jalur vital bagi ekspor energi global
(bac)
Baca lagi: DPR Dorong Finalisasi Perpres untuk Perkuat Perlindungan Ojol & Kurir
Baca lagi: Dispensasi Perpanjangan SIM Mati Hari Ini, Bagaimana Caranya?
Baca lagi: Daftar 28 Pemain Bangladesh untuk FIFA ASEAN Cup di Indonesia



