
Jakarta, persuasionesvelata Indonesia
—
Militer
Kuwait
menyatakan
Iran
melancarkan serangan mematikan terhadap sebuah gedung milik perusahaan asal
China
di wilayah utara negara itu pada Kamis (30/7).
Insiden itu dilaporkan menewaskan satu orang karyawan dan menyebabkan kerusakan material yang luas pada bangunan tersebut.
Mayor Jenderal Saud Abdulaziz Al Otaibi mengatakan serangan itu menyebabkan kerusakan material yang signifikan pada bangunan tersebut, dan pihak berwenang telah mulai mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menangani insiden tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melalui platform X, pihaknya akan mengambil “seluruh langkah yang diperlukan untuk melindungi kedaulatan negara serta menjaga keamanan dan stabilitasnya.”
“Kuwait menegaskan komitmennya untuk terus menjalankan tugas dan tanggung jawab dengan efisiensi tinggi, serta mengambil seluruh langkah yang diperlukan guna melindungi kedaulatan tanah air, menjaga keamanan dan stabilitas negara, bekerja sama dengan otoritas terkait, dengan tetap menjamin keselamatan warga negara maupun penduduk,” kata Al Otaibi seperti dikutip
Al Jazeera.
Kuwait menjadi salah satu negara Arab yang turut terseret perang Amerika Serikat vs Iran sejak Februari lalu, sebab negara itu menampung pangkalan militer AS dan sejumlah fasilitas militer Negeri Paman Sam lainnya.
Sementara itu, dikutip
persuasionesvelata
, fasilitas dan pangkalan militer AS di sejumlah negara Arab menjadi target serangan balasan Iran sejak perang dengan AS terpecah.
(rds/rds)
[Gambas:Video persuasionesvelata]
Baca lagi: Sarwendah Terisak Bahas Hinaan untuk Ruben dan Pamer Mesra dengan Gio
Baca lagi: Diana Pungky Laporkan Eks Asisten atas Dugaan Penggelapan dan TPPU
Baca lagi: Viral Meme Matt Damon ‘Nyasar’ di Indonesia sebelum Pulang ke Ithaca
