Pria Dipenjara usai Rusak Takhta Bersejarah Dinasti Nguyen

Jakarta, persuasionesvelata Indonesia

Seorang pria di

Vietnam

dijatuhi hukuman tiga tahun enam bulan

penjara

setelah merusak takhta bersejarah Dinasti

Nguyen

yang menjadi salah satu harta nasional negara tersebut. Aksi vandalisme itu tak hanya menyebabkan kerusakan fisik, tetapi juga menghilangkan nilai sejarah dan budaya yang disebut tidak dapat diukur dengan uang.

Pria bernama Ho Van Phuong diadili pada 9 Juli atas dakwaan sengaja merusak barang milik negara. Kasus ini bermula saat ia mengunjungi Kompleks Benteng Kekaisaran Hue pada 24 Mei 2025.

Berdasarkan dakwaan, Phuong membeli tiket masuk sekitar tengah hari sebelum memasuki Istana Thai Hoa, salah satu bangunan paling bersejarah di kompleks tersebut. Di dalam istana, ia nekat melompati pagar pembatas yang dipasang untuk melindungi benda bersejarah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tak berhenti di situ, ia duduk di atas takhta Dinasti Nguyen, lalu mematahkan sandaran tangan bagian kiri depan. Setelah itu, ia kembali menghantam takhta hingga bagian yang telah patah pecah menjadi beberapa bagian.

Melansir

VNExpress

, petugas keamanan akhirnya berhasil menghentikan aksinya sekitar 15 menit kemudian sebelum menyerahkannya kepada pihak kepolisian.

Hasil penilaian resmi menyebutkan biaya minimum untuk memulihkan bagian takhta yang rusak mencapai lebih dari 173,2 juta dong Vietnam atau sekitar Rp107 juta (dengan kurs sekitar Rp620 per dong Vietnam).

Meski demikian, dewan penilai menegaskan kerugian sesungguhnya tidak bisa dihitung secara finansial. Menurut mereka, nilai sejarah, budaya, dan spiritual yang melekat pada takhta sebagai harta nasional Vietnam tidak dapat dipulihkan sepenuhnya ataupun dinilai dengan uang.

Selama proses penyelidikan, aparat menemukan bahwa saat kejadian berlangsung, Phuong mengalami gangguan mental berat yang dipicu oleh penggunaan metamfetamin dalam jangka panjang. Kondisi tersebut membuatnya tidak mampu mengendalikan perilakunya ketika melakukan perusakan.

Takhta Dinasti Nguyen merupakan artefak asli yang digunakan pada masa pemerintahan Dinasti Nguyen, yaitu dari 1802 hingga 1945. Takhta tersebut menjadi simbol kekuasaan kekaisaran dan dipakai dalam berbagai upacara kenegaraan penting yang digelar di Istana Thai Hoa.

Karena nilai sejarahnya yang sangat tinggi, Perdana Menteri Vietnam menetapkan takhta tersebut sebagai harta nasional pada 2015. Hingga kini, benda bersejarah itu menjadi salah satu koleksi paling penting di Kompleks Benteng Kekaisaran Hue yang juga dikenal sebagai destinasi wisata budaya utama di Vietnam.

(tis/tis)

Add

as a preferred

source on Google

[Gambas:Video persuasionesvelata]

Baca lagi: Keluarga Ungkap Kondisi Terkini Farhan Walkot Bandung di Rumah Sakit

Baca lagi: Jumlah Korban Jiwa Gempa Venezuela Tembus 4.333 Orang

Baca lagi: NYALANG: Pantulan Cermin Hati

One Response

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kamu mungkin juga menyukai: