
Jakarta, persuasionesvelata Indonesia
—
Presiden
Iran
Masoud Pezeshkian
bertemu dengan Pemimpin Tertinggi
Ayatollah Mojtaba Khamenei
selama tujuh jam.
Pezeshkian mengatakan Khamenei merekomendasikan agar dia menjaga persatuan dan kekompakan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Saya membahas semua masalah negara dengan dia, termasuk mata pencaharian masyarakat, kondisi pasar, lapangan kerja, perumahan, sanksi, bagaimana kita tetap teguh, dukungan rakayat, persatuan dan kekokampakan,” ujar dia, dikutip
Iran International
, Senin (10/8).
Pernyataan Pezeshkian muncul usai kantor berita pemerintah Iran merilis video presiden itu berbincang dengan Mojtaba. Ini kali pertama dia muncul ke publik setelah dilantik jadi pemimpin tertinggi.
Kantor berita pemerintah Iran,
IRNA
, melaporkan Pezeshkian bertemu dengan Mojtaba sekitar awal tahun ketiga masa kepresidenannya.
Kemunculan Motjaba menjadi sorotan setelah dia naik ke tampuk kekuasaan mengganti ayahnya, Ali Khamanei. Khamenei tewas dalam serangan brutal Amerika Serikat dan Israel pada akhir Februari lalu.
Sejak menjadi pemimpin tertinggi, Motjaba juga belum pernah pidato secara langsung di hadapan publik. Selama ini, dia hanya menyampaikan pernyataan secara tertulis atau dibacakan presenter media pemerintah.
Di pemakaman ayahnya, Mojtaba juga dilaporkan tak hadir. Sejumlah pihak menilai tindakan itu untuk menjaga keselamatannya dari kemungkinan upaya pembunuhan oleh Israel.
Namun sempat muncul laporan Mojtaba terluka parah dalam serangan AS-Israel dan sehingga kecil kemungkinan muncul ke publik. Laporan itu dibantah pejabat Iran yang menyebut kondisi anak Khamenei baik dan sehat.
(isa/bac)
[Gambas:Video persuasionesvelata]
Baca lagi: Suzuki XL7 Terbaru Dapat Beragam Fitur dan Pembaruan
Baca lagi: PM Australia Didesak Minta Maaf Gegara Candaan ‘Vulgar’ soal PM Jepang
Baca lagi: Xanh SM Resmi Luncurkan Taksi Listrik di Indonesia



