
Jakarta, persuasionesvelata Indonesia
—
Polisi perbatasan
Israel
kembali melakukan kejahatan dengan melempar granat kejut ke dalam mobil salah satu warga
Palestina
di kamp pengungsian Qalandiya, dekat perbatasan, Senin (5/7).
Insiden tersebut menyebabkan luka ringan, namun dianggap sebagai pelanggaran prosedur yang sangat berat dilakukan oleh polisi Israel.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kejadian berawal ketika polisi perbatasan itu mendatangi mobil sedan dengan menodongkan senapan. Dalam sebuah rekaman video pengawas yang tersebar di media sosial, sang pemilik mobil itu pun membuka pintu mobilnya.
Polisi itu kemudian menginterogasi pemilik mobil di samping pintu kemudi. Namun, diam-diam polisi itu mengambil granat kejut dari ikat pinggang dan melemparkan granat ke dalam mobil.
Sang pemilik mobil mencoba keluar dari mobil namun pintu mobil ditahan oleh polisi tersebut.
Pemilik mobil pun buru-buru keluar keluar dari pintu sebelah kanan beberapa detik sebelum granat itu meledak.
Di kursi belakang, dua penumpang sudah keluar lebih dahulu melalui pintu kanan sebelum granat tersebut meledak.
Kemudian, polisi itu terlihat berjalan pergi sambil mengumpat kepada kedua pria tersebut, yang tampaknya tidak terluka.
Pengemudi tersebut tampaknya tidak terluka meskipun dicegah untuk keluar dari kendaraan, demikian dilaporkan situs berita
Ynet
.
Insiden yang terjadi di kamp pengungsi Qalandiya itu “ditanggapi dengan serius” oleh kepolisian, yang mengatakan bahwa petugas tersebut akan diskors dan keputusan disiplin akan menyusul setelah penyelidikan formal.
[Gambas:Instagram]
(bac)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video persuasionesvelata]
Baca lagi: Logo Bunga Mirip Louis Vuitton, Molly Tea Didenda Rp27 Miliar
Baca lagi: Borong 6 Adinata Syariah 2026, Jateng Percepat Kawasan Industri Halal
Baca lagi: Audy Item Hamil 43 tahun, Iko Uwais Jadi Lebih ‘Rewel’


