
Jakarta, persuasionesvelata Indonesia
—
Pejabat di pemerintahan Perdana Menteri Israel
Benjamin Netanyahu
membantah telah mendikte Presiden Amerika Serikat
Donald Trump
soal Iran menyusul perang masih berlanjut.
Direktur komunikasi Netanyahu, Tzipi Hotovely, menepis anggapan Tel Aviv berupaya mendikte kebijakan luar negeri Amerika Serikat terkait Iran.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Tidak ada kebenaran dalam klaim bahwa Israel mendorong AS ke arah tertentu terkait isu Iran,” kata Hotovely, dikutip
Axios
, Selasa (27/7).
Dia lalu berujar, “Perdana Menteri tidak memberi tahu Presiden AS apa yang harus dilakukan dan tidak mendorongnya ke arah mana pun.”
Kedua belah pihak, lanjut Hotovely, ingin mencegah Iran memiliki senjata nuklir.
“Ada banyak cara untuk mencapai tujuan ini,” ungkap dia.
Selain soal Iran, Hotovely menyebut para pemimpin membahas potensi normalisasi hubungan Israel dan Arab Saudi.
Pernyataan Hotovely muncul usai Trump kesal ke Netanyahu yang menyoroti dugaan fasilitas nuklir di Pickaxe Mountain sebagai taktik untuk memastikan AS tetap terlibat dalam konflik.
Trump menegaskan tak memerlukan masukan perdana menteri Israel mengenai masalah tersebut.
Pada Selasa, Netanyahu bertemu Trump di Gedung Putih. Namun, dia tak bicara lebih banyak soal kunjungan tersebut.
“Itu adalah pertemuan dengan kerja sama penuh, dengan dukungan timbal balik, dengan pemahaman tentang tujuan bersama bahwa Iran tidak akan memiliki senjata nuklir, dan juga tujuan-tujuan lainnya,” kata Netanyahu.
“Itu adalah salah satu percakapan terbaik yang pernah saya lakukan dengan teman kami, Presiden AS Trump,” imbuh dia.
Gedung Putih sementara itu menyatakan pertemuan berlangsung produktif dan positif.
(isa/bac)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video persuasionesvelata]
Baca lagi: Hormati Putusan MK, Telkomsel Klaim Punya Opsi Paket Internet Rollover
Baca lagi: Instruksi Prabowo ke Praja Muda IPDN: Kerja Jujur dan Tidak Korupsi
Baca lagi: Dilepas Persija, Allano Lima Gabung Bhayangkara FC



