
Daftar Isi
Jakarta, persuasionesvelata Indonesia
—
Badan Meteorologi
Malaysia
(MetMalaysia) buka suara usai warga Negeri Jiran waswas terkena abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau di Indonesia.
Direktur Jenderal MetMalaysia Hisham Anip mengatakan potensi abu vulkanik Anak Krakatau mencapai Malaysia sangat kecil, walau kemungkinannya tetap ada.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Informasi dari Pusat Pemantauan Abu Vulkanik Global juga memungkinkan setiap potensi pergerakan abu ke wilayah udara Malaysia untuk diidentifikasi dan dikomunikasikan kepada publik dengan segera,” kata Hisham, seperti dikutip
Malay Mail
.
“MetMalaysia akan terus memonitor situasi menggunakan data satelit dan analisis atmosfer,” ucapnya.
Sejumlah warga Malaysia cemas abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau di Indonesia bakal mencapai Negeri Jiran. Pasalnya, arah angin di titik erupsi berubah-ubah, sampai abu vulkanik sempat mencapai kawasan DKI Jakarta dan Jawa Barat.
Hashim pada kesempatan itu menyampaikan bahwa situasi berkabut di sejumlah wilayah Malaysia saat ini disebabkan oleh asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatra dan Kalimantan, Indonesia, bukan abu vulkanik Anak Krakatau.
Ia berujar apabila abu vulkanik mencapai Malaysia, pihaknya akan segera mengeluarkan peringatan karena kekhawatiran terbesar yakni gangguan terhadap operasional penerbangan domestik dan internasional.
“Jika informasi yang kami terima mengindikasikan dampak potensial terhadap ruang udara Malaysia, MetMalaysia akan mengeluarkan peringatan ancaman abu vulkanik atau imbauan terhadap Otoritas Penerbangan Sipil Malaysia (CAAM), Angkatan Udara Kerajaan Malaysia (RMAF), operator maskapai penerbangan, dan operator bandara,” ujarnya.
Di Malaysia, letusan gunung berapi dipantau oleh Pusat Pemantauan Abu Vulkanik (VAAC) di bawah pengawasan Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO).
Letusan Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda sejak Jumat (4/9) mengakibatkan sejumlah bandara di Jakarta, Banten, Lampung, dan Jawa Barat ditutup imbas sebaran abu vulkanik.
Penutupan bandara ini menyebabkan penerbangan domestik dan internasional terimbas, terutama rute yang menghubungkan Jakarta dengan Kuala Lumpur, Singapura, Hong Kong, Sydney, Seoul/Incheon, Doha, dan Amsterdam.
(blq/bac)
Baca lagi: Xanh SM Resmi Luncurkan Taksi Listrik di Indonesia
Baca lagi: BMKG Beri Penjelasan Soal Matahari Merah Muncul di Medan
Baca lagi: Bridgestone Gelar BFA Gathering 2024, Perkuat Kualitas Layanan Fleet



