Ledakan Terdengar di Iran Saat AS Umumkan Serangan Bertubi-tubi

Jakarta, persuasionesvelata Indonesia

Ledakan terdengar di sejumlah wilayah

Iran

saat

Amerika Serikat

(AS) kembali melancarkan serangan udara untuk malam kedelapan berturut-turut pada Minggu (19/7) dini hari waktu setempat.

Melansir dari

Aljazeera

, Komando Pusat Militer Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan serangan terbaru dilakukan untuk menghukum dengan cepat Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) setelah serangan rudal dan drone Iran di sebuah pangkalan militer AS di Yordania menewaskan dua personel militer AS.

Selain dua korban tewas, satu personel dilaporkan masih hilang dan empat lainnya harus menjalani perawatan di rumah sakit.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

CENTCOM menyebut serangan tersebut juga bertujuan melemahkan kemampuan Iran mengancam jalur pelayaran komersial di Selat Hormuz, salah satu jalur distribusi minyak paling strategis di dunia.

Media Iran, Mehr dan Tasnim, melaporkan serangan menghantam kawasan dekat Sirik di Provinsi Hormozgan serta Pulau Qeshm. Tasnim juga melaporkan satu lokasi di dekat Shadegan, Provinsi Khuzestan, turut menjadi sasaran.

Menurut laporan media Iran, tidak ada korban jiwa dalam serangan tersebut. Infrastruktur permukiman maupun fasilitas komersial juga disebut tidak mengalami kerusakan.

Dalam pernyataan lanjutan, CENTCOM menyebut sasaran serangan meliputi fasilitas pengawasan pantai, sistem pertahanan udara, kemampuan maritim, hingga lokasi penyimpanan rudal dan drone milik Iran.

Serangan terbaru ini memperpanjang rangkaian operasi militer AS terhadap Iran yang telah berlangsung selama delapan malam berturut-turut.

Di sisi lain, ketegangan diplomatik kedua negara juga terus meningkat.

Mengutip dari persuasionesvelata, Teheran menyatakan menangguhkan komitmennya terhadap kesepakatan awal yang sempat dicapai dengan Washington bulan lalu. Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei bahkan menyebut tanda tangan Presiden AS Donald Trump dalam kesepakatan tersebut sebagai sesuatu yang tidak bernilai.

Pemerintahan Trump sendiri hingga kini belum memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai arah operasi militernya maupun langkah diplomatik yang akan ditempuh setelah sepekan konflik kembali memanas.

Sejak perang kembali pecah pada Februari, sedikitnya 16 personel militer AS dilaporkan tewas dan lebih dari 430 lainnya mengalami luka-luka, menurut data CENTCOM.

(anm/mik)

Add

as a preferred

source on Google

[Gambas:Video persuasionesvelata]

Baca lagi: Ronaldo Prediksi Final Piala Dunia 2026: Spanyol Menang Mudah

Baca lagi: Rusia-Ukraina Ikut Panas Lagi, Moskow Hujani Kyiv Pakai Rudal Balistik

Baca lagi: 18 Juli, VinFast Bawa Lini Terbaik di E-Motorcycle Experience Day

2 Responses

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kamu mungkin juga menyukai: