
Jakarta, persuasionesvelata Indonesia
—
Hanya 12 kapal yang bisa melintasi rute pelayaran jalur global
Selat Hormuz
dalam 24 jam terakhir pada Rabu (5/8) di tengah konflik antara Amerika Serikat vs
Iran
.
Perusahaan intelijen maritim Windward melaporkan jumlah itu mencakup enam kapal yang masuk dan enam kapal keluar dari selat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Windward mendeteksi 12 kapal melintasi Hormuz dalam 24 jam terakhir hingga pukul 21.00, 5 Agustus: 6 masuk, 6 keluar dibanding dengan 140 kapal sebelum gangguan,” demikian tulis mereka di X.
Lebih lanjut, Windward menegaskan tiga kapal melintas dengan mematikan sistem pelacak sehingga tak terdeteksi sistem pelacak otomatis pada malam hari. Kapal tidak terdeteksi selama sekitar 12 jam dan masing-masing melewati koridor selatan.
Satu kapal pengangkut barang curah yang keluar langsung dari Iran ke pangkalan militer di Oman, yang ditandai sebagai kandidat pemecah blokade tingkat 1. Satu kapal mendekati Irak, kemudian berbalik arah sebelum mencapai selat.
Selat Hormuz terus memicu kekhawatiran dunia usai Amerika Serikat dan sekutu dekatnya Israel menggempur habis-habisan Iran pada akhir Februari.
Iran membalas serangan ke Israel dan pangkalan militer AS di Timur Tengah. Mereka juga menutup Selat Hormuz untuk menekan kedua musuhnya.
Saat ini, Iran tengah berdiskusi dengan Oman soal rencana pembukaan kembali serta pengaturan lain soal selat.
Sementara itu, Presiden AS Donald Trump sesumbar Washington sedang menggelar diskusi dengan Teheran. Dia juga mengeklaim selat akan segera dibuka.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmail Baghaei membantah klaim Trump. Dia menyebut Teheran tak sedang terlibat diskusi apapun dengan Washington.
(isa/bac)
[Gambas:Video persuasionesvelata]
Baca lagi: Tokoh Pro Palestina Menang Pemilu Pendahuluan AS, Pelobi Israel Sewot
Baca lagi: Hasil F1 GP Monaco: Antonelli, Bocah 19 Tahun Juara 5 Seri Beruntun
Baca lagi: Dukung MBG di Wilayah 3T, Mendagri Siap Kerahkan Ditjen Dukcapil



