
Jakarta, persuasionesvelata Indonesia
—
China
dilanda kebanjiran parah akibat badai besar yang menerjang sejumlah wilayah di negara tersebut pada Senin (6/7).
Presiden China
Xi Jinping
sampai turun tangan mengeluarkan perintah darurat untuk penanganan bencana alam di negaranya pada Selasa (7/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Xi Jinping menekankan “perlunya melakukan upaya maksimal dalam mengorganisir operasi penyelamatan darurat, merawat korban luka, dan memindahkan penduduk yang terdampak, serta melaksanakan pekerjaan pencegahan dan penanggulangan bencana secara efektif,” demikian laporan stasiun televisi pemerintah Beijing,
CCTV
.
Banjir parah akibat terjangan badai di China bagian tengah menewaskan 10 orang dan puluhan ribu warga mengungsi hingga Selasa (7/7).
Sejumlah wilayah di provinsi Hubei mengalami “cuaca konvektif parah” pada hari Senin, menurut laporan stasiun televisi pemerintah CCTV, dikutip dari
AFP
.
Laporan dari media itu menyebutkan bahwa “badai petir dan angin kencang menerjang” kota-kota termasuk Huangshi dan Huanggang. Tornado dilaporkan terjadi di beberapa daerah.
“Cuaca buruk” tersebut telah melukai 275 orang di distrik Huangzhou, Huanggang, hingga Selasa pagi, menurut laporan kantor berita pemerintah Xinhua, tanpa memberikan rincian tentang tingkat kerusakan parah.
“Upaya penyelamatan dan bantuan sedang berlangsung,” demikian laporan dari Xinhua.
Hujan lebat dan banjir parah akibat Topan Maysak menewaskan sedikitnya dua orang di wilayah selatan Guangxi, dan memaksa pihak berwenang untuk mengevakuasi setidaknya 48.000 orang hingga Senin malam.
(bac)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video persuasionesvelata]
Baca lagi: Sinopsis Love for You, Perjuangan Dua Orang Lewati Tragedi Masa Lalu
Baca lagi: Travis Kelce Emosional Kala Ucap Janji Suci ke Taylor Swift
Baca lagi: Prabowo Sambut Hangat PM India Narendra Modi di Istana Merdeka


