Bocah Pelaku Penembakan di Thailand Senang Nonton Konten Kekerasan

Jakarta, persuasionesvelata Indonesia

Remaja pelaku penembakan mematikan di sebuah sekolah di

Thailand

diketahui pernah membawa senapan angin ke sekolah hingga disita oleh seorang guru tahun lalu.

Polisi juga mengatakan bahwa remaja tersebut sering menonton konten kekerasan di internet.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Wakil Komisaris Kepolisian Wilayah Provinsi 1, Atthapol Anusit, mengatakan tahun lalu seorang guru pernah menyita senapan BB, sejenis senapan angin, yang dibawa remaja 14 tahun tersebut ke sekolah.

Ia menambahkan bahwa remaja itu telah tinggal bersama kakek-neneknya selama 12 tahun setelah kedua orang tuanya berpisah.

“Berdasarkan wawancara dengan para saksi, pelaku telah menunjukkan ketertarikan untuk mempelajari penggunaan senjata api selama beberapa waktu, sekitar satu hingga dua tahun,” kata Atthapol kepada wartawan.

Dikutip

Reuters

, Atthapol mengatakan polisi sejauh ini telah mewawancarai 17 saksi. Sebilah pisau juga ditemukan di dalam tas remaja tersebut. Barang bukti lain yang ditemukan di lokasi kejadian antara lain senjata api, selongsong peluru bekas, dan sebuah komputer pribadi.

“Setelah memeriksa komputer tersebut, ditemukan bahwa anak itu pernah menonton konten kekerasan di media sosial,” kata Atthapol.

Polisi mengatakan remaja tersebut menggunakan media sosial untuk mempelajari cara menggunakan senjata api. Namun, ia menambahkan bahwa sejauh ini belum ada bukti bahwa remaja tersebut pernah berlatih menembak.

Berdasarkan penyelidikan terbaru, remaja 14 tahun itu menembak mati kakek dan neneknya di rumah sebelum kemudian pergi melancarkan aksi kejinya dan membunuh enam orang lainnya di sekolahnya.

Setelah itu, ia akhirnya menembak dirinya sendiri.

Kementerian Pendidikan mengatakan akan mengembangkan protokol keamanan baru dalam tiga bulan ke depan, termasuk pemeriksaan kesehatan mental dan sistem rujukan bagi individu yang dinilai berisiko kepada tenaga spesialis.

Langkah lainnya mencakup latihan menghadapi keadaan darurat, upaya memberantas perundungan, serta peningkatan deteksi untuk mencegah benda-benda berbahaya dibawa masuk ke sekolah.

(rds)

[Gambas:Video persuasionesvelata]

Baca lagi: 7 Makanan yang Tidak Boleh Diberikan ke Kucing, Bisa Sangat Berbahaya

Baca lagi: Inter Miami Berduka untuk Messi, De Paul Selebrasi Pakai Nomor 10

Baca lagi: DPRD Bandung Perketat Pengawasan Pembangunan RSUD & Gedung Inspektorat

One Response

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kamu mungkin juga menyukai: