AS Serang Iran Lagi! 13 Ledakan Hantam Pelabuhan Sirik & Pulau Qeshm

Jakarta, persuasionesvelata Indonesia

Amerika Serikat

kembali melancarkan rentetan serangan udara ke

Iran

pada Selasa (7/7), di saat kedua negara gencatan senjata dan meneken nota kesepahaman (MoU) untuk mengakhiri perang.

Media pemerintah Iran,

IRIB

, melaporkan rentetan ledakan terdengar di wilayah selatan Iran dekat Selat Hormuz. Sejumlah ledakan dilaporkan terjadi di kota pelabuhan Bandar Abbas dan Sirik, serta di Pulau Qeshm.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Proyektil dilaporkan menghantam sebuah dermaga komersial di Sirik, dermaga nelayan di Desa Ziarat, serta kapal-kapal nelayan sipil di Bandar Abbas.

Dikutip

persuasionesvelata

,

IRIB

juga melaporkan sebuah menara telekomunikasi di Bandar Abbas diduga menjadi sasaran serangan.

Dalam laporan kantor berita

IRNA

, Gubernur Provinsi Hormozgan di Iran selatan mengatakan hingga saat ini belum ada laporan mengenai korban jiwa dari kalangan sipil.

Menurut laporan tersebut, enam ledakan terdengar di Pulau Qeshm, pulau terbesar di sekitar Selat Hormuz yang memiliki arti strategis sangat penting dalam kaitannya dengan kendali dan otoritas Iran atas selat tersebut.

Dikutip

AlĀ Jazeera,

televisi pemerintah juga melaporkan sedikitnya tujuh ledakan terdengar di kawasan sekitar Pelabuhan Sirik, yang juga memiliki posisi strategis karena mengawasi Selat Hormuz dan menjadi salah satu titik utama yang menopang kendali Iran atas jalur pelayaran vital tersebut.

Sejak penandatanganan nota kesepahaman (MoU), kawasan Selat Hormuz memang masih diwarnai konfrontasi dan eskalasi berskala terbatas di tengah situasi keamanan yang tetap sangat tegang.

Pusat Komando Militer AS (CENTCOM) menuturkan serangan terbaru ini dilancarkan sebagai respons atas serangan Iran terhadap 3 kapal komersial di Selat Hormuz.

“Serangan Amerika Serikat merupakan respons atas serangan Iran terhadap tiga kapal komersial yang sedang melintasi Selat Hormuz. Agresi yang ditunjukkan Iran sama sekali tidak dapat dibenarkan, berbahaya, dan merupakan pelanggaran yang jelas terhadap gencatan senjata,” bunyi pernyataan CENTCOM di X seperti dikutip

Al Jazeera.

Iran menegaskan AS telah jelas-jelas melanggar perjanjian MoUĀ dan mewanti-wanti akan merespons serangan ini.

(rds)

Add

as a preferred

source on Google

[Gambas:Video persuasionesvelata]

Baca lagi: Komparasi JETOUR T1 dan Pesaingnya, Siapa Lebih Mengagumkan?

Baca lagi: Ruben Onsu Respons Terseret Isu Artis Pesugihan ke Gunung Kawi

Baca lagi: 6 Sayuran Ini Efektif Bakar Lemak Tubuh, Tambahkan di Piring Makanmu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kamu mungkin juga menyukai: