
Jakarta, persuasionesvelata Indonesia
—
China
dan
Rusia
bisa ketar-ketir setelah Amerika Serikat membombardir jembatan rel kereta api di Iran pada Kamis (9/7).
Stasiun televisi pemerintah Iran,
IRIB
, melaporkan serangan itu terjadi sekitar pukul 01.30 waktu setempat, dengan melibatkan tujuh proyektil.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketujuh proyektil disebut mengarah ke Jembatan Aq Taqeh Khan. Dua di antaranya mengakibatkan ledakan di jalur kereta api, demikian dilaporkan Al Jazeera.
Jembatan tersebut merupakan jalur perdagangan penting antara Iran dan China, dan juga digunakan oleh Rusia.
Fars
melaporkan bahwa rute tersebut menjadi semakin penting selama blokade pelabuhan Teluk Iran oleh AS tahun ini. Jalur itu melewati Turkmenistan dan Kazakhstan.
Rute tersebut juga telah digunakan oleh Rusia untuk pengiriman kargo ke Iran sejak akhir tahun 2025.
Kantor berita tersebut mengatakan bahwa perbaikan jembatan diharapkan akan segera selesai, dikutip dari
Reuters
.
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) telah merespons serangan terbaru Washington ini.
IRGC
bersumpah akan membalas AS.
Pada saat yang sama,
IRGC
mengabarkan tak ada korban jiwa dalam serangan ini.
Perang AS vs Iran kembali pecah setelah tiga kapal komersial diserang di Selat Hormuz pada Selasa (7/7) lalu. AS menuduh Iran dalang di balik serangan dan karenanya melanggar nota kesepahaman (MoU) damai yang diteken 17 Juni lalu.
(bac)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video persuasionesvelata]
Baca lagi: Hari ke-10 Kebakaran TPA Jatiwaringin, Titik Api Tersisa 5 Persen
Baca lagi: Spirited Away Versi Teater Bakal Tur Dunia, Ada Indonesia?
Baca lagi: FOTO: Chef Prancis Bikin Kue Pengantin Bak Haute Couture



One Response
Membaca artikel ini benar-benar menambah pengetahuan saya hari ini. Sebagai tambahan referensi, saya juga menyempatkan diri mengunjungi https://www.canadianliving.com/food/food-tips/article/local-canadian-cheese-please.