3 Singa Mati Tenggelam saat Kebun Binatang di China Diterjang Banjir

Jakarta, persuasionesvelata Indonesia

—

Tiga ekor singa di sebuah kebun binatang di

China

, mati tenggelam akibat banjir yang dipicu oleh Topan Maysak di China pekan lalu.

Tiga singa itu mati gara-gara pihak kebun binatang mengunci hewan-hewan itu di dalam kandang, untuk mencegah mereka kabur.

Dilansir

Independent

, Kebun Binatang Guigang di barat daya China mengunci singa-singa tersebut, bersama dengan beruang dan serigala, di dalam kandang mereka saat banjir.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Kami tidak ingin menimbulkan lebih banyak masalah bagi negara ketika banjir datang dan membiarkan hewan-hewan berbahaya melarikan diri dan melukai orang,” demikian pernyataan pemilik Kebun Binatang Guigang.

Air banjir di kebun binatang tersebut naik hingga lebih dari dua meter saat topan terjadi. Lebih dari 100 hewan lain termasuk sepasang zebra, tiga kuda poni mini, burung unta, alpaka, rakun, dan merak, hanyut terbawa banjir.

Laporan Global Times menyebut satu zebra yang hilang telah ditemukan mati. Beruang cokelat dan serigala yang dikurung di kandang mereka kini berada dalam kondisi buruk usai hampir tenggelam dalam banjir.

Insiden itu memicu kritikan tajam dari aktivis hak hewan, yang menyebut tindakan tersebut tidak bermoral.

“Tragedi yang terjadi di Guangxi seharusnya menjadi peringatan bagi setiap kebun binatang dan fasilitas satwa liar yang berada di jalur ekstrem,” ujar Presiden PETA Asia, Jason Baker.

“Tidak dapat diterima untuk membiarkan hewan terperangkapĀ di balik jeruji besi saat air banjir naik. Namun melepaskan hewan liar begitu saja selama bencana adalah tindakan yang tidak bertanggung jawab dan berbahaya bagi hewan dan manusia,” imbuhnya.

Di Kota Hengzhou, Guangxi, banjir meratakan sebuah peternakan ular hingga menyebabkan ratusan kobra, ular tikus raja, dan ular air hanyut ke dalam banjir.

Topan Maysak menewaskan 39 orang pekan ini di CHina selatan. Topan juga memicu banjir ekstrem yang merusak waduk dan menyebabkan seluruh kota terendam banjir dan rusak parah.

(dna)

Add

as a preferred

source on Google

Baca lagi: Warga Mengungsi ke Gunung saat Gempa Guncang Buol Sulteng

Baca lagi: Kenapa Jakarta Hingga Bekasi Dingin Saat Malam tapi Panas Kala Siang?

Baca lagi: Prabowo Ungkap Pindad Kantongi Kontrak Senapan Pesanan Arab Saudi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kamu mungkin juga menyukai: